Pascaoperasi, Dedi Mulyadi Pimpin DPR-KLHK Segel 884 Ha Lahan Sawit Ilegal di Riau
Gubernur Riau Syamsuar kepada Kang Dedi Mulyadi mengatakan, terdapat sekitar 1,8 juta hektare lahan hutan yang digunakan untuk kegiatan ilegal. Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah perkebunan sawit. “Dulunya ilegal loging yang mereka bakar dulu. Jadi kalau di Riau banyak kebakaran hutan itu penyebabnya mereka,” kata Syamsuar.
Sementara itu Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan, saat ini akan dilakukan penyegelan terhadap 800 hektare lahan hutan yang menjadi perkebunan sawit.
“Ini status hutan HPK (Hutan Produksi Konversi) 884 hektare. Kita segel kemudian perusahaan kita denda sesuai luas dan pendapatan mereka selama satu tahun,” kata Rasio.
Sementara itu Dedi menilai kemungkinan besar, dulu kawasan hutan tersebut ditebang diambil kayunya. Untuk membersihkan lahan, pengusaha membakar agar murah. Setelah bersih baru ditanami sawit.
“Sudah dapat untung dari kayu, membersihkannya murah dengan cara dibakar, lalu dapat tanah murah. Sekarang ini kita segel 844 hektare dari 1,8 juta hektare, masih jauh. Tapi minimal ini langkah awal,” kata Kang Dedi.
Selanjutnya untuk mempercepat proses penyegelan lahan selanjutnya DPR akan mengumpulkan para wali kota dan bupati se-Riau. Sehingga data yang didapat bisa akurat dan tidak merugikan perkebunan rakyat yang dalam UU Cipta Kerja diperbolehkan untuk menggarap di bawah 5 hektare lahan.
Editor: Agus Warsudi