Pasar Leles Akhirnya Resmi Beroperasi setelah Sempat Mangkrak Beberapa Tahun
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga berharap keberadaan Pasar Leles dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningatkan daya saing pasar rakyat. Pemerintah telah menyediakan sarana fisik yang dibangun untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berpihak pada rakyat.
Jerry Sambuaga mengatakan, selain membangun fisik pasar saat ini pemerintah juga berupaya merevitalisasi manajemen pengelolaan dan memberikan edukasi kepada pedagang agar memberi daya saing terhadap toko modern yang marak hadir saat ini.
"Kita juga berharap nanti adanya digitalisasi pasar yang dilakukan sebagai bagian program kerjasama dengan berapa stakeholder salah satunya dengan Bank Indonesia," kata Wamendag.
Digitalisasi ini, ujar Jerry Sambuaga, penting untuk mengurangi kontak fisik antara penjual dan pembeli, selain itu juga merupakan tuntutan zaman yang saat ini sudah serba digital.
"Tadi kebetulan saat kami meninjau, kami melihat langsung dan menggunakan transaksi dengan menggunakan barcode, jadi sudah ada transaksi pembayaran cashless non tunai. Kita berharap nanti aktivitas perdagangan pembayaran juga bisa semakin maju dan modern," ujarnya.
Setelah selesai direvitalisasi pasar tradisional yang dibangun pada 1917 silam itu memiliki 331 kios serta 81 los yang diisi oleh 173 pedagang. Pasar Leles sendiri mengalami musibah empat kali kebakaran pada tahun 2000, 2017, 2018, dan 2021.
"Pasar yang sudah terbangun ini diharapkan dapat dikelola dan dipelihara dengan baik. Kenyamanan bertransaksi jual beli di pasar tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," tutur Jerry.
Editor: Agus Warsudi