Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panglima Perang Geng Motor Serang Polisi, Pinggang dan Bahu Pelaku Ditembus Peluru
Advertisement . Scroll to see content

Panglima Perang Geng Motor Serang Polisi di Ciwastra Bandung, XTC Indonesia Angkat Bicara

Jumat, 21 Mei 2021 - 14:07:00 WIB
Panglima Perang Geng Motor Serang Polisi di Ciwastra Bandung, XTC Indonesia Angkat Bicara
Dadan Kusmana (tengah, mengenakan baju tahanan), pria yang mengaku panglima perang geng motor, tak terdaftar sebagai anggota XTC Indonesia. (Foto: Agus Warsudi)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - DPP XTC Indonesia angkat bicara terkait kasus Dadan Kusmana alias Buhong (34), seorang buruh yang mengaku panglima peranggeng motor, ditembak gegara menyerang polisi di kawasan Ciwastra, Kota Bandung. XTC Indonesia menegaskan Dadan bukan anggota XTC.

"Saya sudah cek. Datanya (Dadan Kusmana alias Buhong) di (DPC XTC) Ciwastra tidak ada. Kami memang ada dualisme. Tapi saya cek, ke dua-duanya pun (nama Dadan Kusmana) tidak ada," kata Ketua DPD XTC Indonesia M Dicky Fauzia Rachman saat dihubungi wartawan melalui ponsel, Jumat (21/5/2021). 

Pria yang akrab disapa Beje mengemukakan, semenjak perdamaian dengan geng motor di Kota Bandung XTC, Moonraker, Brigez dan GBR dideklarasikan pada 2010 silam, seluruh anggota gencatan senjata. 

Seiring perdamaian itu, ujar Beje, DPP XTC Indonesia berkomiten menindak tegas anggota yang terbukti berulah mengusik perdamaian. "Kami sanksi tegas (anggota) yang melanggar. Kita lihat dulu, kalau ringan, kita berhentikan selama satu hingga tiga tahun. Tapi kalau berat, kami cabut KTA (Kartu Tanda Anggota) dan keanggotaanya," ujar Beje. 

Ketua DPP XTC Indonesia menuturkan, di organisasi XTC tidak ada istilah panglima perang. "Kalau dulu, 2010 itu, istilahnya tim tempur atau tim bayangan. Itu (tim tempur atau bayangan) yang tahu cuma internal kami. Tidak ada panglima perang itu," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut