Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga hingga Tewas di Cilegon, Cekcok Sama-Sama Mabuk di Kafe
"Berkas sudah dikirim ke kejaksaan tapi masih ada petunjuk untuk dilengkapi," kata Kemas.
Dia mengatakan, antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. Cekcok terjadi karena adanya ketersinggungan, terlebih mereka sedang berada di bawah pengaruh alkohol atau mabuk.
"Spontan di sana karena tersinggung karena lagi mabuk akhirnya melakukan pengeroyokan. Pengeroyokan dilakukan menggunakan tangan kosong. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, kemudian hari Senin meninggal,” ucapnya.
Dalam kasus tersebut, polisi telah meminta keterangan terhadap sejumlah saksi. Korban diketahui merupakan warga Jakarta.
“Saksi sudah ada sembilan yang diperiksa. Barang bukti sudah kami amankan,” ujarnya.
Atas tindakannya tersebut, kedua pelaku terancam dijerat pasal berlapis tentang penganiayaan dan pengeroyokan hingga menyebabkan nyawa menghilang.
“Pasal berlapis, pengeroyokan dan penganiayaan menyebabkan kematian. Yang satu anggota dari kepolisian sudah dilakukan pemeriksaan oleh pengamanan internal Polri dalam hal ini Propam berkaitan dengan kode etik maupun disiplin,” ucapnya.
Editor: Donald Karouw