Ngeri! Cerita Warga Tertimpa Puing Rumah Roboh Diterjang Gelombang Tinggi di Indramayu
Sutiah pun akhirnya berhasil mengeluarkan seluruh tubuhnya dari reruntuhan. Ia bersama suaminya langsung bergegas meninggalkan lokasi rumahnya yang sudah rata dengan tanah itu untuk mencari lokasi aman.
"Alhamdulillah, pas kami sudah sampai jalan raya pantura sudah banyak petugas. Kamipun akhirnya ditolong, lalu dievakusi ke tempat pengungsian ini," tutur dia.
Sutiah mengatakan, akibat bencana itu, keluarganya sudah tidak mempunyai apa pun. Harta benda yang dimiliki hilang dihantam gelombang. "Sekarang saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Rumah saya sudah rata dengan tanah, pakaian juga tidak ada. Aapalagi uang," ucap Sutiah.
Saat ini, Sutiah dan suaminya terpaksa tinggal sementara di tempat pengungsian di Balai Desa Kertawinangun, Kecaman Kandanghaur, bersama ratusan warga lainnya. "Untuk sementara saya tidur di pengungsian ini sama suami, sedangkan anak-anak dan cucu-cucu saya tidur di rumah saudara," ujar dia.
Sutiah berharap, ada bantuan pemerintah untuk dapat membangun kembali rumahnya yang saat ini sudah porak-poranda akibat diterjang ombak.
Diketahui, gelombang tinggi yang melanda pesisir Kabupaten Indramayu dalam lima hari terakhir mengakibatkan sejumlah desa di lima kecamatan terendam banjir rob. Sebanyak 2.095 rumah terendam, 21 rumah di antaranya ambruk, dan 16 rumah rusak ringan. Selain itu, 7 sarana pendidikan dan 9 sarana ibadah juga turut terendam banjir. Sedikitnya 879 warga mengungsi ke sejumlah tempat aman.
Tentu hal itu menyisakan berbagai kisah duka dari para korban. Tak sedikit cerita pilu puluhan warga yang harus kehilangan rumah dan entah bagaimana kelangsungan hidup setelahnya, karena harta mereka habis tersapu gelombang tinggi yang mencapai 3 meter.
Editor: Agus Warsudi