Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengembangan Pulau Rempang, Mahfud MD Sebut 80 Persen Warga Sudah Setuju
Advertisement . Scroll to see content

Namanya Disebut dalam Pantun Hasto Kristiyanto sebagai Bacawapres, Mahfud MD: Itu Godaan Politik

Rabu, 13 September 2023 - 16:01:00 WIB
Namanya Disebut dalam Pantun Hasto Kristiyanto sebagai Bacawapres, Mahfud MD: Itu Godaan Politik
Mahfud MD menanggapi enteng pantun Sekjen PDIP Hasto Kritiyanto yang menyebutnya sebagai salah satu bacawpres. (FOTO: iNews/ERVAN DAVID)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Mahfud MD, sebentar lagi Indonesia akan menghadapi pemilu sebagai bagian dari demokrasi. Proses demokrasi di Indonesia telah diatur berdasarkan undang-undang yang berlaku. Lembaga pelaksananya telah ada. Begitu pun dengan lembaga pengawasnya. 

"Demokrasi harus diatur oleh aturan atau hukum agar tidak liar. Di Indonesia semua aturannya sudah ada. KPU tinggal lakukan prosesnya dengan baik. Bawaslu kalau ada kecurangan, tegur. Jika tidak selesai, bisa ke MA. Semua sudah ada aturannya, jadi tidak perlu ribut ribut," kata Mahfud MD dalam sambutannya pada acara Forum Diskusi Pemilu di Hotel Pullman, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (13/9/2023). 

Pemilu 2024, ujar Mahfud MD, adalah momentum menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi terhadap politik. Karena itu, dibutuhkan peran elite politik, dalam konteks ini partai politik memberikan keteladanan untuk membangun pemilu damai. 

"Saya mengajak, mari kita bangun kesadaran bersama, bahwa pemilu 2024 adalah momentum menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap politik," ujar Mahfud MD. 

Mahfud MD menuturkan, pemilu adalah saluran untuk menyuarakan hati masyarakat membawa Indonesia ke depan. Pemilu menjadi wadah bagi seluruh bangsa Indonesia yang beragam untuk ikut berpartisipasi membangun Indonesia. 

"Keberagaman adalah sunnatullah. Tapi kadang keberagaman jadi sumber perpecahan. Di Indonesia ada ratusan suku, bahasa, dan agama, tapi kita bersatu. Itu artinya bahwa keberagaman menjadi sebuah berkah," tutur dia. 

Di Indonesia, sejarah mencatat banyak pihak yang ingin melawan keberagaman ini, namun berhasil ditumpas misalnya Permesta, DI/TII, dan lainnya. Melawan keberagaman juga pernah dilakukan secara konstitusi pada awal pemilu Indonesia. Namun, semua bisa dilewati hingga saat ini. 

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut