MUI Prihatin dengan Kasus Percobaan Bunuh Diri di Bandung, Warga Diimbau Tawakal
BANDUNG, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyatakan keprihatinannya atas upaya percobaan bunuh diri yang terjadi di Bandung. Kasus tersebut sempat menggegerkan warga Bandung setelah Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) berinisial GB melakukan percobaan bunuh diri di kawasan Balai Kota Bandung, Rabu (4/8/2021).
Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar menuturkan, meskipun masyarakat dihadapkan pada kondisi serba sulit akibat pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), aksi nekat tersebut seharusnya tidak dilakukan.
Menurut Rafani, dalam penderitaan, alangkah lebih baik jika masyarakat mendekatkan diri kepada Tuhan sambil terus bertawakal. Bahkan, dia menilai, aksi nekat tersebut tak ada untungnya karena hanya merugikan diri sendiri. Oleh karenanya, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi serupa.
"Jangan, jangan lah (ditiru). Pahit-pahitnya, kita lebih baik bertahan dalam penderitaan tapi dalam suasana tawakal, sabar, itu meninggal pun itu syahid. Daripada, udah mah kita menahan penderitaan, terus bunuh diri, ya udah gak ada untungnya. Di dunia rugi dan di akhirat rugi," tutur Rafani melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (5/8/2021).
Meski begitu, Rafani mengakui bahwa pendemi Covid-19, termasuk penerapan PPKM oleh pemerintah pusat dan daerah berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan mengalami kesulitan ekonomi. Diakuinya pula, persoalan tersebut menjadi dilematis.