Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hore, Jalur Pendakian Gunung Ciremai Kuningan Kembali Dibuka dengan Prokes Ketat
Advertisement . Scroll to see content

Mitos di Balik Keindahan Curug Putri Kuningan, Dipercaya Tempat Mandi Bidadari

Selasa, 05 Oktober 2021 - 12:31:00 WIB
Mitos di Balik Keindahan Curug Putri Kuningan, Dipercaya Tempat Mandi Bidadari
Curug Putri di area Buper Palutungan, Desa Cisantana, Kabupaten Kuningan. (FOTO: iNews/MIFTAHUDIN)
Advertisement . Scroll to see content

Cecep mengatakan, di masa penjajahan Jepang dan terusirnya Belanda dari Indonesia, termasuk Kabupaten Kuningan pada 1942, bekas alat gamelan yang mengiringi prosesi pernikahan putri Belanda dan pria pribumi Palutungan, disembunyikan di Curug Goong.

"Itu mitos yang berkembang di masyarakat Palutungan. Jadi antara Curug Putri, Sawer Landung, dan Goong tidak bisa dipisahkan. Sampai saat ini banyak masyarakat, terutama wanita, meyakini dengan mandi di curug, kecantikan mereka semakin tampak," ucap Cecep.

Terlepas dari mitos itu, kata Cecep, Curug Putri di Buper Palutungan merupakan tertua di antara objek wisata lain di Kuningan. Setiap tahun, jumlah pengunjung Curug Putri terbesar dibanding destinasi wisata alam lain di Kuningan.

"Kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 100.000 tiap tahun. Bahkan di masa pandemi pada 2020 lalu, Curug Putri dikunjungi oleh lebih dari 66.000 orang," ujarnya.

Abah Syahroni, warga Palutungan, Desa Cisantana, mengatakan, didasarkan atas namanya, Curug Putri berarti air terjun yang dihuni oleh seorang putri cantik mengenakan mahkota.

Menurut Abah Syahroni, ada larangan saat berada di Curug Putri. Wanita sedang datang bulan atau haid, tidak diperkenankan mandi. Tetapi masih dibolehkan untuk mencuci muka dan keramas. 

"Jika melanggar pantangan itu, akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Dulu ada yang kemah dari Indramayu. Banyak yang kesurupan, katanya ada penampakan, melihat putri pakai mahkota. Kalau ke laki-laki jarang terjadi," kata Abah Syahroni.

Sedangkan Palutungan, ujar Abah Syahroni, bukan berarti banyak lutungnya. "Tetapi panungtungan, artinya tidak ada lagi kampung (permukiman)," kata Abah Syahroni.

Sedangkan Iyus Rusmana, warga Palutungan sekaligus pengelola Buper Palutungan dan Curug Putri mengatakan, para pengunjung sering mengalami kejadian ganjil seperti mendengar, merasakan, dan melihat sosok putri yang sedang mandi tetapi ketika didekati tiba tiba menghilang.

"Pernah ada pengunjung mengambil gambar karena ingin berswafoto. Saat melihat foto, ada objek lain, sosok wanita berbaju putih yang sedang duduk di pinggir curug," ujar Iyus.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut