Mitos Candi Bojongemas Solokanjeruk Bandung, Tempat Para Jawara Tambah Kekuatan
Didin mengatakan, penamaan Kampung Bojongemas memiliki cerita tersendiri. Menurut orang tua dulu, kawasan tersebut sebelumnya bernama Bojongloreng.
"Nah, ada pemancing yang mencari cacing, menemukan serpihan emas saat menggali tanah. Dari situ, muncul kesepakatan, nama Bojongloreng berubah menjadi Bojongemas. Bojong itu kan artinya kebun," terang Didin.
Saat ini, kondisi Candi Bojongemas semakin memprihatinkan. Salah satu peninggalan Kerajaan Sunda itu kini tak terurus. Tumpukan bebatuan yang semula rapi juga sudah tak tertata.
Tak ada petugas dan pagar pembatas di lokasi candi. Papan informasi Candi Bojongemas juga sudah berkarat. Tulisannya nyaris hilang dan tak terlihat.
Mengutip makalah yang ditulis Yunita Azzahra dan N Kardinah dari UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Candi Bojongemas merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Kendan.
Kerajaan Kendan berkuasa sekitar abad ke-6 sampai ke-7 masehi, dan merupakan salah satu kerajaan Sunda yang pernah berjaya. Bebatuan candi tersebut konon digunakan untuk duduk dan beristirahat para raja-raja yang melakukan perjalanan.
Kerajaan Kendan dipimpin seorang raja yakni Resiguru Manikmaya. Dia berasal dari keluarga Calankayana India Selatan.
Editor: Agus Warsudi