Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Merinding, Ini Misteri Kutukan bagi Penangkap Ikan Ilegal di Kutai Kartanegara
Advertisement . Scroll to see content

Misteri, Ada Gua Berkamar 9 di Gunung Burangrang Purwakarta

Minggu, 11 April 2021 - 15:08:00 WIB
 Misteri, Ada Gua Berkamar 9 di Gunung Burangrang Purwakarta
Seorang warga menunjukkan sebuah lubang gua yang menganga di lereng Gunung Burangrang, Purwakarta. (Foto: iNews.id/Asep Supiandi)
Advertisement . Scroll to see content

"Namun yang selesai hanya Goa Jepang yang saat ini ada. Gua lainnya belum selesai dan ditinggalkan begitu saja. Goa Jepang yang ada itupun belum pernah digunakan, tentara Jepang keburu pulang ke negaranya sekitar tahun 1945," kata Ahmad kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (11/4/2021).

Ayahnya ketika itu dipaksa untuk menyelesaikan pekerjaan dengan upah sepotong ubi rebus dan secangkir beras. Selain itu, tentara Jepang pun tidak pernah memberitahukan fungsi dari gua dan sembilan kamar yang dibangun. Seolah maksud dan tujuan pembangunan gua menjadi rahasia dan disimpan rapat hingga terkubur zaman.

"Ada yang mengatakan, pembangunan kamar itu untuk strategi perang sebagai jebakan terhadap musuh. Tapi secara pastinya saya juga tidak tahu," ujar Ahmad.

Di luar, tinggi mulut gua itu terbilang sekitar 1,5 meter. Setiap orang yang akan masuk haruslah agak jongkok. Namun begitu ke dalam,  ruangannya tinggi dan luas. Orang pun bisa berdiri dengan leluasa. Hanya saja kalau tidak hapal kondisi gua, jangan coba-coba masuk, sebab tidak akan bisa keluar dengan mudah. Seakan tersesat, padahal hanya terus saja memutar pada bagian lorong yang melingkar. 

Saat ini, gua tersebut ditutup karena berdasarkan penelitian sebelumnya, kontruksinya sangat berbahaya. Sewaktu-waktu bisa ambruk, meskipun kasus seperti itu belum pernah terjadi. Setiap pengunjung yang datang pun hanya bisa melihat dari luar.

Sementara itu, gua tersebut terlihat sangat menyeramkan. Tak terlihat apapun di dalam gua, karena kondisinya memang sangat gelap. Sementara bagian atap tidak ada tiang penyangga untuk menahan beban tanah dari atas. Pantas, gua ini ditutup dan tidak boleh ada pengunjung yang masuk karena cukup berbahaya. 

Selain itu, nuansa mistis pun terasa sangat kental. Begitu mendekati mulut gua, bulu kuduk mendadak berdiri dan kaki terasa berat untuk melangkah. Apalagi beredar cerita banyak pekrja yang menjadi korban ketika pembangunan gua berlangsung.

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut