Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : ADB: Pandemi Covid-19 Tambah 4,7 Juta Penduduk Miskin Ekstrem di Asia Tenggara pada 2021
Advertisement . Scroll to see content

Miris! Puluhan Tahun Pasutri di Indramayu Tak Pernah Nikmati Listrik 

Selasa, 05 April 2022 - 17:45:00 WIB
Miris! Puluhan Tahun Pasutri di Indramayu Tak Pernah Nikmati Listrik 
Keluarga Katirah masih menggunakan tungku kayu bakar untuk memasak. Keluarrga ini pun sudah puluhan tahun tak pernah menikmati listrik. (Foto: iNews.id/Andrian Supendi)
Advertisement . Scroll to see content

INDRAMAYU, iNews.id - Pasangan suami istri (pasutri) Nurdin (40) bersama Katirah (38) warga Desa Ujungaris Blok Gejleg, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, sudah puluhan tahun tak menikmati listrik. Rumah tak layak huni ukuran 5X6 meter tak teraliri listrik. 

Rumah kecilnya itu pun jauh dari kata layak, atapnya terlihat sudah lapuk, bahkan kerap bocor saat turun hujan. Tembok yang sudah mulai retak seakan memperjelas kondisi tidak layaknya rumah itu. Tidak ada kata sempurna di semua sisi rumah yang ditempati keluarga Katirah tersebut, termasuk pasokan Listrik dari PLN pun tidak tersalurkan.

Selama ini pasutri tersebut hidup bersama dua anaknya yang masih kecil dengan penghasilan andalan dari Nurdin yang berpropesi sebagai tukang becak. Penghasilan Rp25.000 hingga Rp40.000 per hari, hal itu membuat hidupnya bersama keluarga serba berkekurangan dan jauh dari kata cukup. 

"Dengan penghasilan suami segitu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari bersama keluarga. Bahkan tidak jarang suami saya pulang tidak membawa uang sama sekali. Jika tidak ada duit terpaksa harus pinjam ke saudara ataupun tetangga. Sekarang juga hutang saya sudah banyak," ujar Katirah, Selasa (5/4/2022).

Termasuk untuk memasang listrik di rumahnya sama sekali tak mampu. Meskipun ada bantuan listrik murah, keluarga ini menolak lantaran tetap harus mengelurkan uang untuk pemasangan Rp400.000.

"Ditolaknya bantuan Listrik murah karena harus mengeluarkan biaya sebesar Rp400.000. Atas adanya penolakan dari yang bersangkutan, sampai sekarang keluarga Katirah belum mendapat banlistrik murah dari desa. Alasannya, memang karena ekonomi untuk biayai lain-lainnya," ujar Kepala Dusun setempat, Saripin (51).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut