Meriah, Des Ganjar Tasikmalaya Gelar Lomba Panjat Pinang HUT Kemerdekaan RI
Perlombaan panjat pinang Des Ganjar Kabupaten Tasikmalaya pun berbeda dari yang lainnya. Hadiah uang tunai tidak digantung, melainkan hanya amplop yang masing-masing sudah dituliskan besaran hadiahnya.
“Lomba panjat pinang ini berbeda dengan biasanya, karena semua hadiahnya tidak digantung di atas, tapi hanya ditulis dalam amlop. Ini dilakukan agar hadiah tidak rusak,” ujar Asep Cahya Waluya.
Lomba panjat pinang ini, tutur Ketua Des Ganjar Kabupaten Tasikmalaya, memperebutkan hadiah utama berupa satu buah mesin cuci. Bagi para peserta yang pertama mengambil bendera di puncak pohon pinang diberi hadiah uang tunai Rp250.000.
Asep Cahya Walua menuturkan, dalam lomba panjat pinang ini dibutuhkan kekompakkan tim untuk menyusun strategi agar bisa mencapai puncak. Setiap tim terdiri dari lima orang. Anggota yang lebih kuat tentu harus ditempatkan paling bawah karena harus menahan empat orang di atasnya selama 3 menit.
Imam, Imam (20) warga Kampung Cihalisan, Desa Nangewer, peserta lomba panjat pinang yang berhasil naik pertama. Imam mendapat hadiah Rp250.000 karena dapat mengambil bendera merah putih yang dikibarkan di puncak pinang.
“Kesulitan di atas karena sangat licin. Pohon pinang dibalut oli, gajih (lemak), setemplet, dan tim hanya 5 orang. Alhamdulillah, bisa pertama naik karena bagian bawahnya kokoh, itu adalah kuncinya. Jadi yang bawah harus kuat karena menahan beban empat orang di atas,” kata Imam.
Editor: Agus Warsudi