Menunggu Pertemuan Saudara Kembar Trena-Treni setelah 20 Tahun Terpisah
Kakak Trena-Treni nomor lima, Deni Zulfikar, menceritakan bagaimana saat pertama kali mencari tahu nomor handphone adiknya melalui media sosial. Karena kebetulan Treni berjualan online dan mencantumkan nomor ponsel, Deni akhirnya mencoba untuk menghubunginya.
“Kami selanjutnya berkomunikasi lewat WhatsApp. Semua percakapan di WhatsApp itu dijadikan TikTok juga oleh Treni,” kata Deni Zulfikar.
Kisah ini diawali saat ayah ibu mereka Enceng Dedi dan almarhumah Enok Rohaenah yang mengikuti program pemerintah untuk transmigrasi ke Ambon, Maluku, tahun 1997 lalu. Saat melahirkan anak ketujuh, almarhumah tidak menyangka melahirkan bayi kembar yang akhirnya diberi nama Trena dan Treni.
Keduanya juga ternyata khawatir dan saat itu mempercayai jika anak kembar akan meninggal jika tidak dipisahkan. Saat masih berumur dua bulan, Trena akhirnya dititipkan kepada tetangga bernama Ustaz Ibrahim yang saat ini tinggal di Garut. Sementara Treni dititipkan kepada pasangan Misranto dan Rini.
Setelah dua tahun kemudian, akhirnya Enok kembali akan melahirkan anak kesembilannya dan dibawa ke rumah sakit di Ambon untuk proses melahirkan. Karena sibuk dengan proses kelahiran si bungsu di rumah sakit, orang tua mereka menitipkan Trena dan Treni untuk dirawat dan diasuh oleh tetangganya.