Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tanah Bergerak, Longsor Susulan Intai Puluhan Warga Gununghalu Bandung Barat
Advertisement . Scroll to see content

Mengunjungi Benteng Belanda Cikahuripan, Saksi Bisu Sejarah Bangsa di Lembang

Sabtu, 12 September 2020 - 20:15:00 WIB
Mengunjungi Benteng Belanda Cikahuripan, Saksi Bisu Sejarah Bangsa di Lembang
Benteng Belanda yang terletak di Blok Cisaroni, Kampung Cisaroni RW 08, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang KBB, terus dijaga dan dilestarikan sebagai saksi bisu perjalanan sejarah bangsa. (Foto: SINDONews/Adi Haryanto)
Advertisement . Scroll to see content

Ketua Pokdarwis Tjikahoeripan Gebied Desa Cikahuripan, Lembang, Sigit Kamseno mengatakan, bangunan bersejarah ini harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai salah satu bukti perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dirinya berharap, masyarakat ikut menjaga agar benteng tersebut tidak sampai dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

"Keberadaan heritage bersejarah ini harus dijaga dan dilestarikan. Selaku Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kami mencoba menata agar benteng Belanda dan kawasan di sekitarnya tidak rusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Sigit Kamseno di Lembang, Sabtu (12/9/2020).

Dia menjelaskan, benteng ini dibangun dengan bentuk memanjang dan melingkar sehingga menjadi markas pertahanan militer. Benteng Belanda Cikahuripan merupakan tipe benteng yang didasari pada dikotomi geografis pedalaman, topologi budaya agraris, atau administratif (pusat kekuasaan dan daerah taklukan atau vasal).

"Benteng ini sangat kuat, karena rata-rata pondasi bangunannya menggunakan batu pada seluruh permukaan dinding," ujarnya.

Dari segi warna, bangunan berciri khas arsitektur Belanda ini memiliki warna putih. Area di sekitarnya kawasan hutan yang masih rindang dan asri sehingga tetap harus dipertahankan.

Lokasi ini tidak bisa dilewatkan wisatawan jika sedang berkunjung ke Bandung dan Bandung Barat. Apalagi, sekarang di kawasan ini sudah terdapat fasilitas penunjang sebagai tempat wisata seperti musala, toilet, kantin, tempat parkir, hiking track, area camping ground, dan area outbond.

"Orang yang ke sini bisa wisata historis sekaligus cocok bagi pencinta alam yang ingin mencari suasana natural," ujarnya.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut