Masjid Ash Shamad Jadi Oase di Tengah Udara Kota Cirebon yang Panas
Selain itu, kesan mewah sangat terasa ketika melihat desain interior di dalam masjid. Kemewahan tersebut seolah hendak ditonjolkan melalui kaligrafi, lampu serta jam digital yang terpasang. Maka wajar jika desain Masjid Ash Shamad merupakan perpaduan antara unsur natural dan modern.
"Awalnya masjid ini dirancang berdasarkan nilai keekonomisan, yakni harus menyatu antara kultur atau budaya kita dengan desain yang dibuat. Apalagi bagi orang Cirebon, masih banyak yang menggunakan bambu. Ya sudah, ketika membangun masjid pada tahun 2015 lalu, dipilihlah materiel bambu," kata Dewan Penasehat Masjid Ash Shamad, Watid.
Setelah menentukan bahan materielnya adalah bambu, kata dia, maka dicobalah membuat rancang bangun. Tentunya hal itu setelah berkonsultasi dengan salah seorang perajin bambu Kota Cirebon. Begitu mendapat rancangan yang pas, dibangunlah dengan desain seperti sekarang.
"Apalagi atapnya dari ijuk dirasa lebih adem, ditambah dengan pepohonan yang ada menjadikan ibadah lebih khusyu lagi," ujar dia.
Sementara itu, sejumlah anak-anak terlihat ramai mengaji dengan dibimbing seorang ustaz. Ramainya berbagai aktivitas di Masjid Ash Shamad ini ketika menjelang waktu berbuka. Banyak warga sekitar yang ngabuburit di masjid dengan kegiatan keagamaan.
Editor: Asep Supiandi