Masih Berusia 16 Tahun, Andi Safa Afianzar Jadi Mahasiswa Termuda di ITB
Usia muda tentu tidak akan menghentikan Andi untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Segala masalah akan dia hadapi. Begitu pun masalah sosialisasi dengan teman-teman kuliahnya yang lebih tua. Apalagi, ini bukan pertama kalinya Andi menjadi yang paling muda.
Andi bisa masuk ITB dalam usia 16 tahun tak lepas dari kisah masa kecilnya. Dulu dia sempat sekolah di Inggris saat ayahnya mengenyam pendidikan di sana. Andi tidak sempat merasakan suasana kelas satu sekolah dasar karena hasil asesmen pihak sekolah di Inggris menunjukkan dia bisa langsung ke kelas dua.
Saat Andi kelas empat, keluarganya mesti kembali ke Tanah Air. Mereka sempat bingung mau memasukkan Andi ke kelas mana karena ada perbedaan sistem pendidikan antara Indonesia dan Inggris. Namun, masalah rupanya lekas teratasi. Andi lanjut ke kelas lima meski usianya lebih muda dari siswa yang lain.
Andi juga sempat mengikuti program akselerasi kala SMA. Menyelesaikan sekolah hanya dua tahun membuatnya lulus lebih dulu dari teman-teman seangkatannya. Hal itu membuat Andi selalu menjadi yang termuda dibanding teman-temannya yang lain di sekolah.
“Dari SD teman-teman saya lebih tua. SMA juga teman-teman saya lebih tua. Jadi, kendalanya saya rasa tidak begitu besar. Sudah punya gambaran,” ujar Andi tentang menghadapi kuliah di ITB.