Mahfud MD Tegaskan Tidak Akan Jadi Ban Serep Jika Terpilih sebagai Wakil Presiden
Dengan kewenangan itu, Mahfud dapat mengatasi persoalan hukum dan korupsi di Indonesia. "Jadi nanti saya tidak akan jadi ban serep dan memiliki tugas yang jelas membawahi hukum serta pemberantasan korupsi," tutur Mahfud.
Mahfud mengatakan, dirinya menjadi calon presiden, pasangan Ganjar-Pranowo bukan menawarkan diri. "Saya jadi cawapres diminta bukan menawarkan diri. Saya berpegang kepada pedoman syariah, menjadi pemimpin itu jangan rebutan," ucap Mahfud.
Saat itu, ujar Mahfud, ketua umum 4 partai politik, yaitu, Partai Perindo PDIP, Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) datang dan memintanya mendampingi Ganjar Pranowo.
"Syariat itu jangan kamu suka minta-minta jabatan atau memburu-buru jabatan. Tapi kalau kamu diminta inshaa allah dalam setiap tugas yang dijalaninya akan di vantu oleh Allah SWT, nah disitulah maka setelah ditetapkan dan saya setuju tentu saya harus kampanye sesuai ilmu politik bersosialisasi sesuai ilmu sosiologi," kata mahfud.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga membahas terkait persoalan guru-guru madrasah yang belum merasakan kesejahteraan.
"Itu banyak guru madrasah, merek tidak mendapat perhatian apa-apa gajinya 3 ratus ribu sebulan dan kadangkala oleh madrasahnya di bayar 6 bulan sekali tapi guru guru ini mengabdi dengan pengabdian mencetak orang orang hebat seperti saya ini lulusan madrasah itu guru saya tidak dibayar waktu itu," ujar Mahfud.
Mahfud akan menyejahterakan nasib para penjaga masjid atau marbot. "Kalo kita pikir pengabdian mereka itu (marbot) luar biasa. Mereka menjaga masjid dengan ikhlas tanpa memikirkan hidup dirinya. Insya Allah itu (memperhatikan kesejahteraan marbot masjid) sudah ada di program kami (Ganjar-Mahfud) untuk memberikan hak yang seharusnya mereka dapat," tutur Mahfud.
Editor: Agus Warsudi