Luncurkan Media Center, IKA Unpad Kampanyekan Alat Deteksi Covid-19 Si CePAD
Masih di tempat yang sama, Direktur Inovasi dan Koorporasi Unpad, Diana Sari menerangkan, Si CePAD yang juga dikenal sebagai rapid tes 2.0 merupakan alat pendeteksi virus, termasuk Covid-19 di dalam tubuh berbasis antigen.
Menurutnya, keunggulan produk ini lebih murah, akurat, mudah digunakan, cepat dan bisa didistribusikan ke pelosok daerah. Bahkan, sebagian besar komponennya dikembangkan di dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan impor dan ketersediaan bahan baku.
"Unpad bermitra dengan PT Tekad Mandiri Citra yang berkomitmen memproduksi antibodi sebagai salah satu komponen utamanya. Juga PT Pakar Biomedika Indonesia yang telah memiliki kapasitas, pengalaman dan izin produksi rapid tes di dalam negeri," ucapnya.
Si CePAD berbeda dengan tes diagnostik cepat berbasis teknik resonansi plasmon atau surface plasmon resonance (SPR). Si CePAD fokus mendeteksi antigen SARS-Cov-2, virus penyebab Covid-19.
"Artinya, yang dicari kode genetik spesifik kemudian gen spesifik itu diperbanyak dan akan ketahuan ada tidaknya virus di situ. Jadi yang dideteksi itu gennya yang merepresentasikan adanya virus. Kalau SPR yang dideteksi adalah partikel virusnya," kata Diana.