Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lukisan NFT Ridwan Kamil Dibeli Crazy Rich Bangka Rp45,9 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Lukisan Ridwan Kamil Laku Rp45 Juta di NFT, Pembelinya Crazy Rich asal Bangka

Sabtu, 15 Januari 2022 - 13:09:00 WIB
Lukisan Ridwan Kamil Laku Rp45 Juta di NFT, Pembelinya Crazy Rich asal Bangka
Lukisan karya Gubernur Jabar Ridwan Kamil berjudul Pandemic Self Portrait laku terjual Rp45 juta lebih di platform NFT. (Foto: Tangkapan Layar/ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

Selain itu, Ridwan Kamil juga memajang lukisan hasil karya anak perempuannya, Zahra yang diberi judul Famous Girl. "This painting was made by my daughter which describes the women’s situation nowadays (lukisan ini dibuat oleh anak perempuan saya yang menggambarkan situasi perempuan saat ini)," tulis pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Sebelumnya diberitakan, Kang Emil berencana memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif untuk menjual karyanya lewat platform NFT. Dia pun berjanji menampung karya para seniman untuk dijual di akun NFT yang dibangun Pemprov Jabar.

"Kepentingan saya, ini cara baru, cuma orang merasa rumit. Maka saya akan buat cara membuat akun di bursanya dan dikoordinir saja oleh kita. Jadi bisa titip ke kita, gak usah register lagi dan bayar lagi. Kita ibaratnya menyediakan wadah," ujar Kang Emil.

Secara sederhana, NFT mengubah karya seni digital dan jenis barang koleksi lainnya menjadi satu-satunya, sehingga karya seni tersebut bisa diverifikasi keasliannya dan mudah diperdagangkan melalui blockchain.

Kang Emil menilai, NFT ini bisa membantu ekonomi dan menjamin keaslian karya atau konten digital para seniman. "Memang bisa (diduplikasi) tapi barang itu gak bisa diperjualbelikan. Karena sekali dia masukan karyanya (ke platform NFT), maka blockchain, teknologi yang bisa men-tracing akan mengetahui bahwa yang aslinya bukan itu dan ditolak sistem. Sederhananya begitu," ucap Gubernur Jabar. 

Disinggung soal belum adanya kejelasan regulasi NFT, Kang Emil berharap agar pemerintah bisa segera memberi panduan soal hadirnya potensi ekonomi digital baru. Dia juga akan memberi pemahaman kepada masyarakat soal peluang tersebut. 

"Tugas pemimpin dan negara memberi pemahaman orang terhadap pintu ini. Saya menganalisis, regulasi itu telat dibandingkan inovasi, seperti kasus ojek online. Poinnya, pemerintah Indonesia di masa depan jangan ketinggalan kecepatannya dalam merespons ekonomi digital baru," kata Kang Emil.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut