Lewati Masa Kritis, Begini Kondisi Terakhir Korban Minibus Tertabrak KA Feeder di KBB
Dita Aryani (22) kerabat korban menuturkan, awalnya Neneng bersama anak dan cucunya pergi dari rumahnya di daerah Cilame, Ngamprah. Dia akan ke rumah neneknya di Cangkorah, Batujajar, KBB menggunakan angkutan online pada Kamis (14/12/2023).
"Ibu Neneng bersama anak dan cucunya itu mau ke rumah neneknya di Cangkorah, naik angkutan online," kata Dita.
Dia mengatakan, angkutan online tersebut dipesan oleh anak yang paling besar. Mereka bertujuan untuk ikut mencuci baju di rumah orang tua korban Neneng.
"Jadi dipesenin angkutan online itu sama anaknya yang paling gede. Katanya pergi ke rumah neneknya itu mau ikut nyuci karena di rumahnya lagi kurang air," ujar dia.
Namun nahas saat melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu, minibus itu tertabrak Kereta Api Feeder Whoosh yang melaju dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung untuk mengantarkan penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung.
Dita mengatakan pihak keluarga menerima infomasi kecelakaan maut yang dialami keluarganya itu sekitar pukul 13.30 WIB. "Dapat telepon jam 1 lebih, suaminya lagi di sini, kemudian disuruh ke sana (TKP), korban udah dibawa ke rumah sakit," ujar Dita.
Editor: Asep Supiandi