Legenda Sangkuriang, Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu
Dayang Sumbi mengasingkan diri ke hutan bersama anjing yang dibawa oleh ayahnya dari hutan, yakni Si Tumang. Untuk mengisi waktu kosongnya selama mengasingkan diri dari kerajaan, Dayang Sumbi melakukan kegiatan menenun sebagai aktivitas sehari-hari.
Alkisah ketika dia sedang menenun dan alat untuk menenun yang dipakai jatuh ke bawah. Dia sangat malas untuk mengambil alat tenunnya tersebut. Dia tak sadar mengucapkan kata dari mulutnya, “Siapapun yang bersedia mengambilkan alat tenunku yang terjatuh, seandainya itu laki-laki akan kujadikan suami, jika dia perempuan dia akan kujadikan saudara.”
Dan yang mengambil alat tenunnya yakni si Tumang, anjing yang menemaninya sehari-hari. Dayang Sumbi pun memenuhi sumpahnya dan menjadikan Si Tumang sebagai suaminya.
Dan dari pernikahan mereka, Dayang Sumbi pun melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Dan dia memberikan nama Sangkuriang pada anaknya tersebut.
Seiring waktu, Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda gagah dan berani. Sangkuriang sangat gemar berburu dan ditemani oleh sang anjing Si Tumang, yang mana dia tidak tahu bahwa anjing tersebut ternyata ayahnya.