Lantunan Selawat Qosidah Burdah Al-Bushiri di Cileunyi Bandung Bikin Haru Jamaah
“Begitu banyak ajaran Nabi yang bisa menjadi panduan dalam membangun peradaban ini. Termasuk bagaimana memfungsikan masjid sebagai pusat peradaban selayak Masjid Nabawi pada saat itu,” ujar Kang Ace yang juga alumni Ponpes Cipasung Tasikmalaya ini.
Semangat mencintai Nabi harus dibangun untuk mewujudkan masyarakat rahmatan lil alamin. “Yakni mewujudkan masyarakat yang senantiasa berlandaskan kasih sayang. Karena sebuah peradaban hanya terwujud dalam pondasi kasih sayang,” tutur Kang Ace seraya menyitir beberapa lirik qasidah Burdah.
Qasidah ini ditulis oleh Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri atau lebih dikenal sebagai Al-Bushiri (610-695H/1213-1296 M). Selain menulis Burdah, Al-Bushiri juga menulis beberapa qashidah lain. Di antaranya Al-Qashidah Al-Mudhariyah dan Al-Qashidah Al-Hamziyah.
Al-Bushiri adalah keturunan Berber yang lahir di Dallas, Maroko, dan dibesarkan di Bushir, Mesir. Ia murid sufi besar terkemuka Imam Asy-Syadzili dan penerusnya yang bernama Abul Abbas Al-Mursi, tokoh Tarekat Syadziliyah.
Editor: Agus Warsudi