Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Suparman Reborn Meriahkan Acara Pangdam Siliwangi Serahkan Alat dan Teknologi Pertanian di Garut
Advertisement . Scroll to see content

Kunjungi Putra Tokoh DI TII di Garut, Pangdam Siliwangi Serahkan Bantuan Alat Pertanian

Selasa, 20 September 2022 - 23:41:00 WIB
Kunjungi Putra Tokoh DI TII di Garut, Pangdam Siliwangi Serahkan Bantuan Alat Pertanian
Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo menyerahkan bantuan alat dan teknologi pertanian kepada Tahmid Rahmat Basuki, putra tokoh DI TII di Kampung Cibulakan, Desa Cisitu, Malangbong, Garut, Selasa (20/9/2022). (FOTO: FANI FERDIANSYAH)
Advertisement . Scroll to see content

Di Desa Cisitu, Kecamatan Mangbong, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo memberikan dukungan terhadap ketahanan pangan untuk masyarakat setempat. Salah satu bentuk dukungan yang telah diberikan sejauh ini menyampaikan teknologi pertanian milik Kodam III Siliwangi pada masyarakat. 

"Ada teknologi yang diberikan ke masyarakat, yaitu, mengubah tanah atau lahan yang sudah rusak akibat kontaminasi bahan kimia dan kemudian ditinggalkan, untuk menjadi subur kembali," tutur Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo.

Perwira tinggi TNI AD yang sejak 31 Januari 2022 menjabat Pangdam III Siliwangi itu memaparkan, dampak dari berkurangnya kesuburan tanah mengakibatkan masyarakat mencari unsur hara ke dataran tinggi atau pegunungan. Ia menilai pengolahan lahan di pegunungan berpotensi menimbulkan bencana alam. 

"Makanya kita ajak ke bawah, mengubah lahan yang rusak agar bisa ditanami kembali dengan teknologi yang Kodam III Siliwangi miliki," ucap Pangdam Siliwangi. 

Teknologi itu adalah Mikroba Bios 44 yang dapat mengubah lahan tak produktif menjadi produktif kembali. Teknologi Bios 44 ini juga diklaim dapat dikembangkan di sektor perikanan. 

"Untuk ketahanan pangan, yang jelas peningkatan efisiensi waktu, yang biasanya hasil pertanian sekira 3-4 ton, sekarang bisa naik jadi 6-7 ton. Lalu waktu ikan panen biasanya empat bulan, sekarang menjadi dua bulan," ujarnya. 

Dengan demikian, harga komoditas di masyarakat akan rendah. Selain itu tingkat produksi di masyarakat pun menjadi tinggi. "Harga tidak akan mahal, karena masyarakat punya produksi. Intinya masyarakat mem utuhkan rolling yang cepat," tutur Pangdam.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut