Kunjungi Lokasi Banjir Bandang Garut, Mensos Instruksikan Pembentukan Lumbung Sosial
"Kami akan membuat lumbung sosial. Di situ bukan hanya makanan, tetapi ada juga kebutuhan-kebutuhan lain untuk peralatan dapur dan sebagainya," kata Mensos.
Untuk lokasi lumbung sosial nanti, ujar Risma, ditentukan oleh kepala desa atau aparat setempat karena mereka yang paling tahu kondisi di lapangan. Kalau logistik habis, buat berita acara dan akan diisi kembali. "Lumbung sosial ini sudah diterapkan di beberapa tempat lain yang terkena bencana dan itu efektif dalam penanggulangan," kata Risma.
Diketahui, bencana banjir bandang menerjang dua delapan desa di dua kecamatan di Sukawening dan Karang Tengah, Kabupaten Garut pada Sabtu (28/11/2021). Akibatnya peristiwa itu, sebanyak 285 warga dari empat desa mengungsi.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Hadi Rahmat H mengatakan, ratusan warga dari empat desa saat ini mengungsi di pesantren, perumahan warga tetangga desa, dan fasilitas umum lainnya. Mereka yang menungungsi mayoritas karena kondisi rumahnya terdampak banjir.
"Sekitar 285 jiwa warga korban banjir Garut yang mengungsi berasal dari empat desa. Yaitu 40 jiwa di Desa Cinta, 120 warga Desa Cintamanik, 60 jiwa warga Desa Caringin, dan 65 jiwa warga Desa Sukamukti," kata Kasi Kedaruratan BPBD Jabar.