Kuliah Umum di Unjani, Ferry Kurnia Sebut Mahasiswa Agent of Change Jaga Demokrasi
Dia juga mengingatkan agar mahasiswa jangan hanya jadi objek demokrasi, tapi jadi harus menjadi subjek demokrasi. Menjadi saksi dan pelaku sejarah Pemilu 2024, sebab mahasiswa punya nilai lebih dari masyarakat kebanyakan.
Apalagi dengan bonus demografi saat ini dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, sebagai kelompok yang independen suara mahasiswa sangat dibutuhkan.
"Mahasiswa harus berpartisipasi aktif memilih dengan rasional dan mentreking dengan dunianya siapa yang akan dipilih. KPU juga mestinya bisa melibatkan mahasiswa dalam memberikan pendidikan politik, sehingga mereka bisa memiliki pemahaman demokrasi secara utuh dan punya perspektif terbuka soal Pemilu," ucap Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Koordinasi Pusat ICMI.
Dosen Komunikasi Pemerintahan Unjani Lukman Munawar Fauzi menyebutkan, sengaja menghadirkan narasumber dari luar untuk menambah bobot keilmuan mahasiswa. Respons mahasiswa juga sangat antusias karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan narasumber yang memiliki pengalaman secara konseptual dan empiris.
"Sesuai dengan program kampus merdeka yakni praktisi mengajar di kelas, Unjani sering menghadirkan praktisi umum ataupun narasumber dari TNI AD sehingga dapat menambah wawasan dan mengasah intelektual mahasiswa," katanya.
Sementara salah seorang mahasiswa semester tiga Fakultas FISIP Prodi Ilmu Pemerintahan Arief Muhaemin mengaku, mendapat ilmu baru soal demokrasi di Indonesia dari paparan yang disampaikan. Sehingga sebagai generasi muda dan agen perubahan di masyarakat, dia bisa memahami demokrasi secara benar dan utuh.
"Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, apalagi tema yang dibahas soal demokrasi dan politik. Terlebih sebentar lagi mau Pemilu, generasi muda perlu diberi pemahaman agar mau menyalurkan hak suaranya dan tidak apatis terhadap politik," ujarnya.
Editor: Donald Karouw