Kronologi Keracunan Massal Makanan Tahlilan yang Tewaskan 2 Warga di Sukabumi
Dia menuturkan, sebagian warga menyantap makananan nasi uduk di rumah AF, sedangkan lainnya makanan nasi uduk tersebut diantarkan pemilik hajatan ke rumah-rumah warga yang tidak bisa hadir di acara tahlilan tersebut.
“Sekitar pukul 12 malam, banyak warga yang mengeluh sakit, mual, pusing. Warga langsung datang ke Puskesmas Bantargadung untuk berobat. Karena banyaknya warga yang mengalami tanda-tanda keracunan, Puskesmas Bantargadung langsung merujuk ke Rsud Pelabuhanratu dan RSUD Sekarwagi,” katanya.
Nasriadi mengatakan, kasus keracunan itu masih diselidiki dengan meminta keterangan korban dan tuan rumah acara tahlilan.
“Ini masih kita dalami, apakah ada unsur kesengajaan atau ada unsur yang berbahaya di dalam makanan itu,” katanya.
Menurut Kapolres, sampel makanan berupa nasi uduk yang diduga memicu keracunan massal itu sudah dikirim ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung untuk diteliti. “Sudah. Sampel makanan sudah langsung dikirim ke BBPOM Bandung untuk d cek penyebabnya,” katanya.
Kapolres mengimbau warga apabila masih mengalami pusing, mual-mual dan sakit perut segera berobat ke puskesmas terdekat karena tidak menutup kemungkinan ada warga yang di luar Bantargadung yang ikut keracunan.
Hingga Kamis (12/9/2019) sore, sebanyak 142 korban keracunan dirujuk ke beberapa rumah sakit. Rinciannya, 24 orang dirujuk ke RSUD Pelabuhanratu, 20 orang dirawat di RSUD Sekarwangi dan sisanya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.
Editor: Kastolani Marzuki