Kronologi Demo Anarkistis Ormas GMBI di Mapolda Jabar, Dipicu Kasus Pembunuhan
Menjelang sore hari, aksi tersebut berakhir anarkis. Massa aksi melakukan pelemparan ke Mapolda Jabar, perusakan fasilitas umum, hingga mengeroyok polisi yang mengamankan jalannya aksi tersebut. Bahkan, di antara mereka ada yang menaiki patung Maung Lodaya yang menjadi simbol kepolisian.
Ibrahim Tompo menegaskan, Polda Jabar serius menangani kasus pembunuhan tersebut. Bahkan, Polda Jabar telah melimpahkan berkas kasus tersebut kepada pihak kejaksaan, termasuk tersangka dan barang bukti.
"Polda serius menangani kasus tersebut dan kasus kasus lainnya secara hati hati dan profesional. Maksudnya, Polda bekerja bukan karena adanya tekanan dari seseorang maupun kelompok ormas," kata Ibrahim di Mapolda Jabar, Jalan Seokarno Hatta, Kota Bandung.
Ibrahim mengatakan, tindakan tegas dan terukur dilakukan petugas karena massa aksi melakukan tindakan anarkistis dengan merusak fasilitas umum dan negara. Bahkan, mengeroyok polisi yang bertugas mengamankan jalannya aksi.
"Dalam penegakan hukum tidak boleh ada intervensi, sehingga tindakan (tegas) yang dilakukan ini adalah untuk menjaga kewibawaan Kepolisian Republik Indonesia sebagai institusi negara," katanya.