Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sebut Poligami Bukan Solusi HIV-AIDS, Wamenkes: Banyak Cara yang Lebih Rasional
Advertisement . Scroll to see content

Kritik Wagub Jabar, Dosen Unpad: Fakta Sejarah, Poligami Jadi Pemantik Korupsi

Rabu, 31 Agustus 2022 - 14:18:00 WIB
Kritik Wagub Jabar, Dosen Unpad: Fakta Sejarah, Poligami Jadi Pemantik Korupsi
Ilustrasi poligami. (FOTO: ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Dosen dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) sekaligs penulis buki "Sejarah Poligami" Justri Adiprasetio mengkritik pernyataan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Menurut Justito Adiprasetio, dalam sejarahnya, poligami justru menjadi salah satu pemantik orang melakukan korupsi.

"Jadi, poligami bukan solusi untuk mencegah dan menanggulangi penularan HIV-AIDS. Poligami dapat jadi pemantik praktik korupsi. Itu termuat dalam buku History of Java yang ditulis Thomas Stamford Raffles. Pria berpoligami membutuhkan dana lebih besar untuk dapat membiayai lebih dari satu keluarga," kata Justito Adiprasetio kepada wartawan, Rabu (31/8/2022).

Tito, sapaan akrab Justito Adipresetio menyatakan, jika ditilik dari sejarahnya, poligami tak ada kaitannya dengan penanggulangan penyakit, seperti HIV-AIDS. Di masa lampau, poligami itu dilakukan oleh orang yang mempunyai kedudukan dan kekayaan. Seperti tuan tanah dan pemuka agama untuk mengakumulasi atau menampilkan kekuasaan di hadapan orang lain.

Fenomena poligami tersebut, ujar Tito, masih tampak di masa kekinian. Contoh, pemuka agama melakukan poligami. Selain untuk dapat menyalurkan hasrat seksual, poligami yang dilakukan oleh pemuka agama juga acap kali dijadikan sebagai sarana untuk menampilkan kekuasaan.

"Enggak ada (hubungannya dengan penanggulangan penyakit) sama sekali. Jadi, poligami pada akhirnya sama dengan perkawinan lah. Kalau di masa lalu perkawinan itu kan soal strategi untuk mengakumulasi kekuasaan ya," ujar Tito.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut