Kreatif, Warga Bandung Ciptakan Filter Udara Anticovid dan Baju Vitamin D
Filter udara anticovid dicoba saat Simon menikahkan putrinya di sebuah gedung. Simon memasang empat unit alat pemurni udara antivirus tersebut di lokasi resepsi pernikahan. Saat itu hadir 190 undangan, termasuk tiga kerabat dari Jakarta yang belakangan diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.
"Saya sempat khawatir. Saya pantau para undangan lain. Ternyata, setelah dua minggu, tidak ada yang positif. Virus yang dikeluarkan tiga orang itu tidak menular disebabkan oleh alat ini," tuturnya.
Untuk membuat alat ini, Simon membutuhkan waktu tiga hari. Hari pertama mengelas bahan-bahan. Kemudian hari kedua pengecatan dan ketiga perakitan. Kendala yang dihadapi saat ini pemasaran.
Sampai sekarang baru terjual enam unit. Dua unit ke klinik dan sisanya ke rumah tangga yang sedang isolasi mandiri. Dalam keluarga itu, ayah dan ibu positif Covid-19 sehingga anak khawatir tertular.
"Dengan alat ini, upaya penyebuhan bisa lebih cepat. Orang positif Covid-19 saat batuk dan bicara mengeluarkan virus. Kemudian dia bernapas, virusnya terhirup lagi. Sehingga terjadi reinfeksi, jadi susah sembuh. Kalau ada alat filter udara anticovid, virus tersebut bisa mati sehingga udara yang dihirup bersih," ucap Simon.
Selain filter udara anticovid dan baju vitamin D, tutur Simon, Yayasan Simon Sanjaya juga membuat alat pengolah air hujan menjadi air minum. Dengan alat ini, semua bakteri yang terkandung dalam air hujan dapat musnah.
Editor: Agus Warsudi