Kota yang Menggunakan Bahasa Sunda, Mayoritas di Priangan Barat dan Timur
Sampai saat ini, undak usuk bahasa masih bertahan, terutama di Bandung Raya. Namun harus diakui, kini undak usuk dalam bahasa Sunda mulai terkikis.
Penyebabnya, orang tua tidak mengajarkan bahasa lemes atau halus kepada anak-anak mereka. Sementara, anak-anak lebih fasih menggunakan basaha Sunda kasar dari pergaulan sehari-hari.
Akibatnya, bahasa Sunda kasar justru lebih banyak digunakan anak-anak, baik di rumah maupun di pergaulan. Upaya untuk mempertahankan agar undak usuk bahasa Sunda tetap bertahan telah dilakukan Pemprov Jabar dengan memasukkan mata pelajaran Bahasa Sunda di sekolah dasar (SD).
Dalam mata pelajaran itu, anak-anak dikenalkan dengan undak usuk bahasa Sunda. Uniknya, banyak anak yang kedua orang tuanya beretenis Sunda yang justru mendapatkan nilai kurang bagus bahkan jelek di mata pelajaran itu. Padahal mereka menggunakan bahasa Sunda di rumah dan dalam pergaulan sehari-hari.
2. Priangan Timur
Daerah yang mayoritas masyarakatnya menggunakan bahasa Sunda adalah Priangan Timur. Kabupaten dan kota yang berada di kawasan Priangan Timur, antara lain, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar.