Korban Tewas Dalam Bentrok 2 Ormas di Cianjur akibat Sejumlah Luka Bacok di Kepala
Semetara itu, keluarga yang hadir saat proses autopsi tersebut sepakat mengatakan ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya agar kejadian ini tidak terulang lagi. "Jika tidak adil, kejadian ini akan terus berulang lagi," kata Hermansyah, kerabat korban kepada wartawan.
"Keluarga saya menjadi korban, dan meninggal dunia. Ini harus dihukum seberat-beratnya. Kita percayakan ini kepada hukum, karena negara kita negara hukum, namun harus seadil-adilnya," ujar H Hermansyah kembali menegaskan.
Sementara itu, M Toriq Sofiani yang juga merupakan kerabat korban mengatakan, polisi harus membeberkan kronologi kejadian dari awal sampai akhir, jangan sampai sepotong-sepotong.
Toriq sangat menyayangkan soal pemberitaan yang tidak menjelaskan kejadian yang sebenarnya hingga korban meninggal dunia akibat bentrokan kedua ormas tersebut.
"Jadi, setelah ditabrak, sepupu saya ini langsung dibacok-bacok bagian kepalanya, itu yang menjadi permasalahan. Sepengetahuan saya itu yang nabraknya menggunakan mobil Nissan Terano hitam. Jadi ditabrak dulu, setelah itu dibacok-bacok badannya," kata Toriq.