Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Keluarga Korban Susur Sungai Cileueur Tak Kuasa Tahan Tangis di Depan Kamar Jenazah RSUD Ciamis
Advertisement . Scroll to see content

Korban Petaka Susur Sungai Dimakamkan, Keluarga Sangat Kehilangan tapi Ikhlas

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 10:29:00 WIB
Korban Petaka Susur Sungai Dimakamkan, Keluarga Sangat Kehilangan tapi Ikhlas
Pemakaman almarhumah Khanza di Kampung Desa Kulon, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Ciamis. (Foto: iNews/ACEP MUSLIM)
Advertisement . Scroll to see content

CIAMIS, iNews.id - Jenazah Khanza Khoerunisa (12) korban petaka susur Sungai Cileueur, Dusu Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) tak jauh dari rimah duka, Sabtu (16/10/2021) pagi. Isak tangis mengiringi almarhumah Khanz ke peristirahatan terakhir.

Khanza merupakan warga Dusun Desa Kulon RT 009/003, Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Ciamis. Keluarga syok dengan kejadian yang menimpa korban, tapi ikhlas dengan musibah ini. 
 
Meski begitu, keluarga dan kerabat yang mengantarkan kepergian korban tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka karena kehilangan anak ceria dan menyenangkan. 

Khanza adalah satu dari tiga korban asal Ciamis yang ditemukan di dasar Sungai Cileueur pada Jumat (15/10/2021) malam.

Cece Sudrajat, ayah almarhumah Khanza, mengatakan, keluarga sangat sedih dan kehilangan karena baru dua minggu lalu mereka berkumpul dan berlibur ke air panas Galunggung.

"Itu menjadi hari terakhir bagi sang ayah dan kedua kakaknya bertemu. Setelah itu tidak bertemu karena korban harus masuk pesantren," kata Cece Surdarajat.

Menurut Cece Sudrajat, Khanza anak yang baik dan ceria. Pada pertemuan terakhir dua pekan lalu, tidak ada hal-hal, termasuk perubahan sikap yang mencurigakan.

"Tahu pertama kali kejadian itu (insiden susur sungai) dari grup WA (WhatsApp) Desa Cimari. Pas lihat langsung ada nama Khanza. Terus ada poto-poto korban, benar anak saya," kata Cece.

Diberitakan sebelumnya, MTs Harapan Baru Pesantren Ciajantung berduka. Sebanyak 11 siswa kelas 7 dan 8 sekolah tersebut meninggal dunia akibat terseret arus dan tenggelam saat mengikuti latihan Pramuka berupa susur sungai di Sungai Cileueur, Jumat (15/10/2021) sore. 

Foto Khanza Khoerunisa (kerudung biru dongker) semasa hidup). (Foto: iNews/ACEP MUSLIM)
Foto Khanza Khoerunisa (kerudung biru dongker) semasa hidup). (Foto: iNews/ACEP MUSLIM)

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut