Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Total Korban Keracunan Sate Jebred di Garut Jadi 53, Tiga Orang di Antaranya Meninggal
Advertisement . Scroll to see content

Korban Keracunan Sate Jebred asal Garut Diperbolehkan Pulang, Tersisa 2 Orang Dirawat

Jumat, 13 Oktober 2023 - 11:17:00 WIB
Korban Keracunan Sate Jebred asal Garut Diperbolehkan Pulang, Tersisa 2 Orang Dirawat
Tim Surveilans melakukan investigasi dan penyelidikan epidemiologi kasus dugaan keracunan makanan di Puskesmas Cilawu, Kabupaten Garut, Kamis (12/10/2023) malam. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

"Bagi masyarakat yang mengalami gejala keracunan seperti diare, mual, muntah, hingga demam, dihimbau agar segera mengakses fasilitas pelayanan terdekat guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya. 

Seperti diketahui, korban yang dilarikan ke instalasi medis karena keracunan akibat mengonsumsi sate jebred terus bertambah. Jumlah warga yang meninggal pun bertambah menjadi tiga orang dari sebelumnya dua orang. 

Korban meninggal terakhir adalah Risna (35), warga Kecamatan Cilawu. Sebelumnya korban meninggal tercatat dua orang yakni Mimin (61) warga Cigalontang Tasikmalaya, dan Cecep (48) warga Cilawu Garut. 

Risna meninggal pada Selasa 11 Oktober 2023 pukul 02.00 WIB dini hari di RS Guntur Garut. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Risna mengalami sejumlah gejala seperti mual, muntah, diare, mencret, hingga lemas. 

"Korban dibawa ke rumah sakit pada Senin karena mengalami berbagai gejala keracunan. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa dini hari," ujar Kepala Bilang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Asep Surachman. 

Diungkapkan Asep, pihak keluarga semula tidak menyadari jika kematiannya akibat keracunan hingga tidak sempat terdata. Beberapa saat kemudian keluarga baru menyadari bahwa apa yang dialami Risna ternyata sama seperti puluhan orang lain di Kecamatan Cilawu. 

"Baru setelah ramai di lapangan dan media massa barulah keluarga menyadari lalu kemudian dilaporkan untuk didata," katanya. 

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut