Kok Bisa, Bertahun-tahun Warga KBB Hanya Tidur 2 Jam Sehari, Dibius Tak Mempan
Cucu mengaku tidak tahu apa yang menyebabkannya bisa seperti ini. Keluarganya pun tidak ada yang memiliki penyakit serupa. Hanya saja dia pernah jatuh dan terbentur di bagian kepala, tapi sudah lama. Akan tetapi setelah itu kondisinya masih normal dan bisa tidur dengan nyenyak.
Guna menghilangkan rasa kepenasaran, dirinya memutuskan berobat ke RSUD Cikalongwetan sekitar tahun 2014 lalu, hingga diberikan obat tidur. Seusai mengonsumsi obat tersebut, sedikit demi sedikit dia mulai kembali dapat merasakan kantuk dan tertidur.
"Kalau udah minum obat lumayan, jadi bisa lebih tenang sama bisa tidur. Tapi tetap tidurnya gak bisa lama. Dua atau tiga jam bangun lagi," tuturnya.
Terus mengonsumsi obat tidur selama setahun membuatnya ketergantungan. Akibatnya malah badannya jadi gerak-gerak sendiri di bagian kaki sama kepala dan terasa sakit. Dia pun lalu memutuskan berobat ke RS Santosa untuk scanning di bagian kepala. Sempat dibius dua kali agar tertidur, Cucu mengaku tidak bisa memejamkan mata.
"Dokter juga bingung kenapa udah dibius dua kali saya gak tidur-tidur. Katanya baru ada pasien kaya saya, dibius dua kali masih tersadar," kata Cucu yang kini tinggal di rumah anak pertamanya di Kampung Pasirhalang, RT 02/14, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan.
Editor: Asep Supiandi