Turini yang sudah lama tidak betah bekerja dengan majikannya, ingin segera pulang kampung. Apalagi, selama bekerja 21 tahun terakhir, dia tidak diperlakukan dengan baik. Bahkan, Turini mengaku pernah ditipu dengan cek kosong.
“Majikan saya itu susah, enggak baik. Kalau orangnya baik, setiap bulan digaji, dua tahun dipulangi. Kalau majikan saya enggak, seperti orang menghukum kita, seperti bukan insan manusia. Saya terang-terangan aja. Saya enggak bohong ke kalian, jahatnya minta ampun. Trus sampai sekarang 21 tahun, dia terus membohongi saya, dikasih cek palsu, ditipu,” katanya.
Lewat bantuan temannya dan komunikasi dengan keluarga, keluarga Turini pun langsung mengadukan kondisi yang dialaminya ke Badan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). BNP2TKI selanjutnya melaporkan masalah itu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.
Petugas dari KBRI kemudian mendatangi rumah majikan Turini. akhinya, Turini bisa dipulangkan ke kampung halamannya di Cirebon. Bahkan, dia juga mendapatkan gaji yang selama ini belum pernah diterimanya selama bekerja di Arab Saudi.
Kini, Turini bisa bernapas lega karena sudah kembali ke kampung halamannya. Dia berkali-kali mengucapkan syukur dan mengungkapkan kebahagiannya setelah bisa berkumpul lagi bersama keluarganya di Cirebon. “Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” katanya.
Editor: Maria Christina