Kisah Taman Makam Pahlawan Tanpa Nama di Batujajar KBB, Bukti Kekejaman KNIL
Sasarannya, bukan saja para anggota laskar atau milisi yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Tapi juga ada warga dari anak-anak hingga para lansia. Warga sipil kerap dicurigai jadi mata-mata laskar-laskar kemerdekaan.
"Kalau saya pakai rakit menyebrang Sungai Citarum lewat Warung Pulus pasti selalu lihat kaki manusia mengambang atau tubuh laki-laki terikat," ujar Amar.
Saat tragedi pembantaian berlangsung, Amar masih berusia 44 tahun. Dia mengatakan setiap hari warga selalu menemukan mayat di Citarum karena KST mengeksekusi pejuang kemerdekaan mulai dari daerah Cangkir Majalaya sampai Ranca Irung Cihampelas.
Sebelum dilempar ke Citarum, pasukan KST menyiksa dengan cara brutal. Paling umum, korban diikat dengan posisi ditelanjang dada, lalu digusur sebuah mobil Jeep, hingga berakhir eksekusi tembak mati.
"Saat Sungai Citarum surut, sering ditemukan mayat terdampar di pinggir sungai sehingga masyarakat harus dorong ke tengah memakai bambu agar terbawa arus," ujar Amar.