Kisah Surat Nikah dan Cerai Soekarno-Inggit Sempat Hendak Dijual ke Kolektor
Mantan Gubernur Jabar almarhum Nuriana, menjabat selama dua periode, 29 Mei 1993-13 Juni 1998 dan 13 Juni 1998-13 Juni 2003, pernah meminta surat nikah dan cerai Inggit-Soekarno.
Ahli waris mengaku bersedia memberikan dokumen tersebut asal ada kompensasi yang akan digunakan untuk merealisasikan wasiat Inggit membangun klinik bersalin dan sekolah.
Permintaan konpensasi atas surat nikah-cerai Inggit-Soekarno, sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar ketika itu. Namun tiba-tiba dibatalkan dengan berbagai alasan.
Pembatalan itu dinilai menjadi bukti pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat tidak peduli dengan dokumen tersebut.
Selain mantan Gubernur Jabar Nuriana, pernah ada museum yang berjanji bakal membeli dokumen tersebut tapi tak pernah terealsasi. Bahkan utusan dari Belanda juga datang ke Bandung berniat membeli surat nikah-cerai Inggit-Soekarno dengan harga Rp100 miliar.