Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sadis! Wanita Cantik di Surabaya Sekap Calon Mertua, Kuras Harta Miliaran demi Hidup Mewah
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Premana Dikusuma, Raja Galuh yang Pilih Bertapa Tinggalkan Istri Cantik dan Kekuasaan

Kamis, 01 Desember 2022 - 05:36:00 WIB
Kisah Premana Dikusuma, Raja Galuh yang Pilih Bertapa Tinggalkan Istri Cantik dan Kekuasaan
Gapura ini disebut-sebut sebagai salah satu bukti keberadaan Kerajaan Galuh. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Waktu Sanjaya menyerang purasaba Galuh, Manarah saat itu baru berusia lima tahun. Tokoh inilah yang disebut Ciung Wanara dalam literatur Sunda klasik. Sebagai anak usia lima tahun ia tidak banyak menyelami kejadian yang pernah menimpa buyutnya di Keraton Galuh. Buyutnya dari pihak ibulah yaitu Ki Bimaraksa alias Ki Balangantrang yang kemudian akan menguraikan kisah sedih yang telah menimpa keluarga leluhurnya dan sekaligus menyiapkan Manarah untuk melakukan pembalasan.

Sebagai langkah mengikat kesetiaan Premana Dikusuma terhadap pemerintah pusat yang berkedudukan di Pakuan, Sanjaya menjodohkan raja Galuh ini dengan Dewi Pangrenyep Puteri Anggada patih Sunda. Di samping itu Sanjaya menunjuk putranya sebagai patih Galuh, sambil sekaligus memimpin "garnizun" Sunda yang ditempatkan di Ibukota Galuh.

Premana Dikusuma menerima kedudukan sebagai raja Galuh karena terpaksa oleh keadaan. Ia tidak berani menolak permintaan Sanjaya yang dikenal mempunyai sifat mirip Purnawarman, yaitu sangat baik hati terhadap raja bawahan yang setia kepadanya, tetapi tak mengenal ampun terhadap musuh-musuhnya. Penolakan dari Sempakwaja dan Demunawan masih mungkin diterima oleh Sanjaya karena mereka terhitung tokoh-tokoh angkatan tua yang harus dihormatinya. 

Lain halnya dengan Premana Dikusuma yang terhitung kemenakan Sanjaya. Kedudukannya menjadi serba sulit. Galuh menjadi bawahan Sunda, dan ia sebagai rajanya harus tunduk kepada Sanjaya yang telah membunuh kakeknya. Kemelut itulah yang membuat Premana Dikusuma, sebagai seorang raja resi yang sejak muda senang bertapa lebih betah tinggal di pertapaannya.

Ia memaklumi pula taktik Sanjaya yang mengatur perkawinannya dengan Pangrenyep. Sebab ia seorang raja yang alim yang tidak menghiraukan wanita cantik sebagai bunga keraton. Maka ia meninggalkan Keraton Galuh untuk bermukim di pertapaan dekat perbatasan Sunda di sebelah timur Citarum. 

Urusan pemerintahan diserahkannya kepada Tamperan patih Galuh yang sekaligus menjadi "mata dan telinga" Sanjaya. Tamperan mewarisi watak buyutnya, Mandiminyak. Sementara itu, Pangrenyep sebagai pengantin baru yang berusia 19 tahun waktu itu ditinggal begitu saja oleh suaminya bertapa meninggalkannya. 

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut