Kisah Prabu Siliwangi, Raja Pluralis yang Membiarkan Islam Masuk ke Tanah Sunda
Bratalegawa merupakan satu-satunya bangsawan yang memeluk agama Islam pertama kali di Galuh. Dia mendapat gelar Haji Purwa Galuh. Dari pernikahannya dengan putri Gujarat, dia dikaruniai anak laki - laki.
Konon hubungan harmonis antara Islam dan agama Hindu Buddha terus diwariskan. Bahkan ketika Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi mengetahui Cirebon sudah menjadi kerajaan Islam, ia tak marah. Kemarahan Prabu Siliwangi terjadi lantaran Cirebon menjalin hubungan cukup dekat dengan Demak.
Bahkan salah satu utusan Pajajaran yakni Tumenggung Jagabaya dan 60 pasukannya diserang oleh koalisi pasukan Demak-Cirebon. Akibat perang ini banyak prajurit Pajajaran yang meninggal dunia. Pada akhirnya Jagabaya memutuskan memeluk Islam.
Serangan itu membuat Prabu Siliwangi marah dan nyaris mengirimkan pasukan ke Cirebon. Berkat bujukan pendeta tertinggi di Kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi mengurungkan niatnya.
Pada akhirnya Pajajaran berunding dengan Cirebon dan memaklumi alasan Cirebon untuk mengembangkan negerinya sendiri.
Di masa pemerintahan Prabu Siliwangi inilah masyarakat Sunda hidup sejahtera. Negara - negara bawahan dapat menentukan sistem pemerintahannya sendiri, dan permusuhan serta peperangan jarang terjadi.
Bahkan pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja, Kerajaan Pajajaran diperintah dengan adil, raja mereka merupakan seorang yang jujur dan bijaksana.
Editor: Reza Yunanto