Kisah Prabu Siliwangi dan Awal Mula Masuknya Islam di Tanah Sunda
Kedatangan agama baru ini memang awalnya sempat menimbulkan friksi di masyarakat. Mereka yang meninggalkan agama Hindu-Buddha, kemudian masuk Islam, maka akan mendapat risiko ditanggung sendiri.
Salah satu yang dialami putra Bunisora bernama Bratalegawa yang masuk Islam karena menikah dengan seorang Muslim asal Gujarat. Ketika kembali ke Galuh yang menjadi bagian dari Kerajaan Pajajaran, Bratalegawa mengunjungi Ratu Banawati, adik bungsunya yang pada waktu itu sudah menikah dengan eorang bangsawan dari Galuh.
Bratalegawa mengajak adiknya Ratu Banawati untuk masuk Islam, tetapi ditolak. Hal ini membuat Bratalegawa pergi ke Cirebon Girang tempat kakeknya berkuasa, Giridewata. Di Cirebon, Bratalegawa kembali mengajak kakeknya untuk memeluk agama Islam, tetapi sekali lagi juga ajakannya ditolak.
Kendati mendapat penolakan, bukan berarti hubungan kekeluargaan Bratalegawa retak, mereka tetap saling komunikasi sewajarnya. Konon cikal bakal kedatangan telah ada sejak zaman Prabu Niskala Wastu Kancana masih menjadi raja, pada abad 14 Masehi, kira-kira seabad sebelum era Prabu Siliwangi.
Bratalegawa merupakan satu-satunya bangsawan yang memeluk agama Islam pertama kali di Galuh. Karena itu dia mendapat gelar Haji Purwa Galuh. Dari pernikahannya dengan putri Gujarat, dia dikaruniai anak laki-laki.