Kisah Polisi Humanis di Karawang, Tegur Pelanggar Lalin dengan Bahasa Sunda Lemes
Menurut Bripka Syarif, patroli humanis memang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang disiplin berlalulintas. Apalagi melawan arus berbahaya untuk diri sendiri dan orang lain. Namun banyak pengendara yang sering melanggar.
"Jadi patroli humanis bukan untuk menghukum mereka yang melanggar karena melawan arus tapi diingatkan. Melawan arus itu melanggar aturan lalu lintas dan berbahaya. Kami tidak memberikan sanksi tilang meski mereka melanggar," ujar Bripka Syarif.
Bripka Syarif menuturkan, tidak tahu aksi Tim Patroli Humanis menarik perhatian masyarakat. Dia bersama anggota lainnya, hanya menjalankan instruksi pimpinan agar sopan dan ramah kepada para pelanggar lalu lintas.
"Saya hanya mengikuti instruksi pimpinan agar humanis di lapangan. Komunikasi yang saya gunakan memang menggunakan bahasa Sunda. Alasan saya waktu itu karena masyarakat Karawang memang berbahasa sunda meski banyak pendatang. Ternyata komunikasi dengan bahasa Sunda cukup efektif dalam komunikasi," tuturnya.
Keramahan Bripka Syarif saat menegur pelanggar lalu lintas dengan bahasa Sunda halus viral setelah ada masyarakat yang mengunggah video aksinya di media sosial (medsos) Twitter.