Kisah Orang yang Meninggalkan Shalat, Siksanya Pedih
Artinya: Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan (shalatmu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa Ayat 103)
Mereka yang meninggalkan shalat akan mendapatkan siksa yang pedih. Hal itu sebagaimana termaktub dalam ayat berikut:
“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”.” (QS. Al Mudatstsir [74] : 38-47)
Menukil dari laman Masjid Nusantara, pernah ada kisah memprihatinkan pada masa Khalifah Abu Bakar As-Siddiq tentang orang yang meninggalkan shalat.
Satu waktu, ada seorang sahabat yang meninggal dunia dan siap untuk dishalatkan. Akan tetapi, tiba-tiba jenazah sahabat itu bergerak-gerak. Lantas, seorang di antara mereka membuka ikatan kafan kerana menyangka jenazah itu masih hidup.