Kisah Guru Seni Rupa KSAD Jenderal Dudung semasa SMP Buat Lukisan Bertema Toleransi
Setelah dibingkai warna emas, Umar bersama keluarga dan salah seorang pengacara pribadi yang biasa menangani selebriti Heri Wijaya mengantarkan langsung lukisan ke kediaman Jenderal Dudung.
Pengacara Heri Wijaya yang mendampingi Umar Sumarta berkunjung ke kediam Jenderal TNI Dudung dan menyerahkan lukisan itu mengatakan, karya lukis itu salah satu bentuk respect (penghormatan) seorang guru kepada muridnya. "Karya lukis itu bentuk respect dari seorang guru kepada muridnya," kata Heri.
Umar mengatakan, awal mula ide membuat lukisan bertema toleransi itu dibuat lantaran kerinduan kepada muridnya Dudung Abdurachman yang telah puluhan tahun tak bertemu. Bermodalkan kisah hidup dan sifat Dudung yang toleran, menginspirasi Umar membuat lukisan itu.
Dengan bakat seninya, Umar pun menggerakan kuas di atas kanvas. Dalam lukisan itu, Umar menggambar sosok Dudung berseragam TNI sedang duduk di atas kuda berwarna cokelat. Dudung dikeliling oleh banyak masyarakat. Di balik lukisan itu juga terlihat beberapa bangunan dari agama-agama di Indonesia.
"Ini (lukisan) saya menggambarkan kita hidup ber-Pancasila dan menjunjung toleransi. Kalau dilihat detailnya, ada masjid karena kita mayoritas agama Islam, terus ada candi Borobudur, gereja, ada Liong untuk Konghucu. Semua agama ada dalam (lukisan) dan hidup berdampingan," ujarnya.