Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buka Rakerda di Garut, Ketua DPD Golkar Jabar: Jauhi Persaingan Tidak Sehat di Internal
Advertisement . Scroll to see content

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Kang Ace: KIB Perjuangkan Politik Gagasan, Bukan Identitas Sektarian

Senin, 15 Agustus 2022 - 06:19:00 WIB
Ketua DPD Partai Golkar Jabar Kang Ace: KIB Perjuangkan Politik Gagasan, Bukan Identitas Sektarian
Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tubagus Ace Hasan Syadzily yang akrab disapa Kang Ace saat menyampaikan visi misi KIB di Surabaya. (FOTO: ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

“Kita yakin akselerasi transformiasi ekonomi nasional melalui PATEN akan dapat membawa Indonesia menghindari middle income trap, menjadi negara maju berpendapatan tinggi, mewujudkan cita-cita bangsa, yakni Indonesia sejahtera, yang terdiri dari 3S, yaitu sehat ekonomi, sehat manusia, dan sehat bumi,” terang Kang Ace.
 
Sementara itu seperti dilansir sejumlah media, Ketua Umum DPP Partai Golka, Airlangga Hartarto pada penyampaian visi dan misi saat launching PATEN pada hari sama mengatakan, KIB bertekad membawa Indonesia yang saat ini berada di negara berpenghasilan menengah atas (upper middle income country) menjadi negara maju berpendapatan tinggi (high income country) pada 2035.
 
Kesempatan menuju ke arah itu, kata Airlangga, sangat terbuka dengan memanfaatkan bonus demografi di mana Indonesia memiliki usia produktif tahun 2025-2035. Transformasi ekonomi, salah satunya akan mendorong ketahanan pangan, energi, fiskal, usaha kecil, dan menengah.

“Kita harus mengakselerasi ekonomi agar mencapai kesejahteraan dari income perkapita 4.000 dolar AS menjadi 12.000 dolar AS,” kata Airlangga disambut tepuk gemuruh kader dari tiga partai tersebut.

Pakar: KIB Sebuah Perjuangan Politik Fundamental

Sementara itu, Prof Dr Airlangga Pribadi dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya mengatakan, kehadiran KIB merupakan sebuah perjuangan politik yang sangat fundamental. Prosesi politik elektoral selama ini telah menghilangkan kekuatan ide dan gagasan. 

“Dalam politik elektoral popularitas menjadi yang utama, namun dalam kenyataannya telah melahirkan munculnya politik polarisasi identitas yang sangat memprihatinkan. Kita sambut kehadiran KIB yang mengagendakan gagasan dan ide dalam politik menjadi lebih utama,” kata Prof Airlangga Pribadi.

Pencitraan politik yang dibangun para politisi selama ini, ujar Prof Airlangga, adalah sihir politik. Hanya memperdaya dan memecah belah, juga eksklusif. “Kita perlu tongkat Nabi Musa dalam politik kita ke depan dalam bentuk ide dan gagasan rasional. Momen penyampaian visi dan misi oleh KIB sebagai momen sangat bagus dan perlu disambut,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut