Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bikin Merinding! Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor 4 & Investasi Tembus Rp826,3 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Kesenjangan Miskin dan Kaya Makin Lebar di Indonesia, Salah Siapa? 

Selasa, 23 Februari 2021 - 15:31:00 WIB
Kesenjangan Miskin dan Kaya Makin Lebar di Indonesia, Salah Siapa? 
ilustrasi
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Angka kesenjangan antara penduduk miskin dan kaya di Indonesia saat pandemi Covid-19 semakin melebar. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, gini ratio pada Maret 2020 angkanya 0,381 meningkat  menjadi 0,385 pada September 2020.  

Menggapai hal itu, Ketua Odesa Indonesia Faiz Manshur mengatakan, pemerintah termasuk para kepala daerah dan juga politisi semestinya memperhatikan persoalan ketimpangan sosial yang kian memprihatinkan.

“Sejauh ini pemerintah hanya memimpikan pertumbuhan ekonomi. Harapan-harapan dicetuskan dengan optimisme yang belum tentu terpenuhi. Kalaupun terpenuhi juga tidak otomatis pertumbuhan itu dinikmati warga lapisan bawah,” kata Faiz.

Menurut dia, kesenjangan sosial yang terus terjadi akibat aktor-aktor politik belum serius menggunakan kesempatan berdemokrasi untuk tujuan perbaikan hidup masyarakat lapisan bawah. Akibatnya, kesenjangan sosial masih kuat bercokol. 

Namun Faiz Manshur menilai, memang benar kenaikan rasio gini tersebut disebabkan oleh maraknya kemiskinan akibat Pandemi Covid-19,  namun di luar hal tersebut juga disebabkan oleh program pemerintah di level daerah yang tidak mengena pada sasaran keluarga miskin. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut