Keren, Seni Reak Sunda dari Kabupaten Bandung Akan Tampil di Festival Roskilde Denmark
Seni reak, tutur Anggi, merupakan sebuah kesenian Sunda yang hidup di antara masyarakat agraris, khususnya petani yang mayoritas menanam padi.
Awalnya, seni tersebut merupakan pengiring upacara yang disebut "helaran reumpak jarami, ampih pare (arak-arakan jerami untuk menyimpan padi)", yakni upacara yang dilakukan ketika para petani memindahkan padi dari sawah ke tempat penyimpanan padi (leuit) atau disimpan ke rumah.
"Instrumen pengiring yang digunakan Juarta Putra adalah seperangkat alat musik dogdog yang terdiri dari tilingtit, tong, brung, dan bangplak, bedug, kecrek, serta tarompet," tutur Anggi.
Selain itu, sajian kesenian itu juga dilengkapi oleh penari barongan dan penari kuda lumping yang biasanya tampil dalam keadaan kerasukan atau kesurupan.
Juarta Putra, kata Anggi, berdiri sejak 1982. Seniman yang tergabung dalam Juarta Putra saat ini merupakan generasi penerus dari kelompok sebelumnya yakni Warga Budaya (1935-1975) yang dipimpin oleh Abah Juarta. "Saat ini Juarta Putra beranggotakan 30 orang," ucap Anggi.