Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penyakit LSD Ancam Ternak Sapi Perah, KBB Butuh 100.000 Dosis Vaksin
Advertisement . Scroll to see content

Keracunan Makanan Massal Kerap Terjadi di KBB, Hajatan Harus Kantongi Izin Polisi

Sabtu, 11 Maret 2023 - 13:16:00 WIB
Keracunan Makanan Massal Kerap Terjadi di KBB, Hajatan Harus Kantongi Izin Polisi
Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan menjenguk korban keracunan di RSUD Lembang, Selasa (28/2/2023). (Foto/Dok.Humas)
Advertisement . Scroll to see content

Hernawan Wijayanto menyatakan, kebijakan itu menjadi kesepakatan bersama unsur Forkopimda di KBB. Sehingga harus ada izin pengolahan makanan yang akan disajikan bagi banyak orang guna mencegah keracunan massal. "Pihak kepolisian sangat support bahkan kapolres sudah menegaskan izin ini tak dipungut biaya," ujar Hernawan Wijayanto.

Disinggung soal kejadian keracunan di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Hernawan Wijayanto menuturkan, status kejadian luar biasa (KLB) pada kasus keracunan tersebut sudah dicabut. Hal itu seiring dengan proses penanganan kepada 227 warga yang mengalami keracunan telah tuntas dilakukan. 

"Status KLB resmi dicabut karena seluruh korban keracunan sudah dinyatakan sehat dan tidak ada lagi yang dirawat. Untuk biaya perawatan juga sepenuhnya ditanggung penuh oleh pemerintah," tutur Kadinkes KBB.

Untuk mencegah kasus keracunan ini, Dinkes KBB mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan menjalankan sistem pengolahan makanan higienis. Sementara untuk hasil uji lab sampel makanan dari delapan item, baru dua jenis makanan yang sudah keluar hasil ujinya yakni capcay dan sop bakso yang mengandung bakteri salmonella antericia. 

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut