Seorang saksi Dadang Suhendra (45) mengatakan, sebelum api menyala terdengar ada ledakan cukup kencang di proyek trase kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut. Di bawah lokasi proyek kereta cepat itu memang terdapat pipa minyak milik Pertamina. Saat terjadi kebakaran banyak pekerja yang berlarian untuk menghindari api.
"Itu di lokasi sepertinya ada pengerjaan pengeboran. Saya lagi ngobrol dan lihat pekerja pada lari pas api muncul karena terdengar ledakan," katanya.
Menurutnya, jarak antara titik kebakaran dengan permukiman sekitar 100 meter sehingga banyak warga yang menghindar untuk menyelamatkan diri. Warga juga khawatir jika api terus membesar karena embusan angin di lokasi kejadian sangat kencang.
"Warga sudah diminta untuk mengungsi dan tidak boleh mendekat ke lokasi," ucapnya.
Pantauan hingga pukul 15.00 WIB, api masih menyala dan belum dapat dikendalikan petugas damkar. Kebakaran pipa minyak yang tepat berada di pinggir jalan tol ini juga mengakibatkan arus kendaraan di Tol Purbaleunyi mengalami macet total khususnya yang mengarah ke Cileunyi. Lajur jalan yang tepat bersebelahan dengan sumber kebakaran ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Editor: Donald Karouw