Kelompok Disabilitas di Cimahi Pantang Menyerah, Sukses Raup Cuan dari Bertani
"Kami diberi motivasi oleh pemilik lahan yang juga seorang profesor, bahwa difabel juga mampu, dari situ semua semangat belajar. Kalau modal kita swadaya dan ketika ada keuntungan sebagian disisihkan untuk uang kas," tutur dia.
Dalam mengolah lahan pertanian tersebut semua anggota sudah memiliki tugas masing-masing sesuai dengan kemampuannya.
Seperti untuk penyandang tunagrahita memiliki tugas yang tidak terlalu berat, yaitu hanya membersihkan gulma dan merawat tanaman.
Sedangkan untuk anggota lainnya, semua terlibat dalam berbagai pekerjaan hingga memanen. Kendati tidak dipungkiri sempat ada kendala berkomunikasi dengan penyandang tunarungu, lantaran mereka yang memiliki cara khusus untuk berkomunikasi yakni dengan bahasa isyarat.
"Melalui komunikasi yang baik semua bisa dilakukan dan selama tiga tahun sudah membuahkan hasil. Untuk panennya ada yang dijual ke pasar atau ke konsumen langsung," kata pria yang juga berperan memasarkan produk hasil pertanian yang telah dipanen.
Editor: Agus Warsudi