Kebutuhan Insinyur di Indonesia Capai 260.000 Orang, Baru Terpenuhi 40 Persen
“Wisuda perdana ini menjadi penegasan atas profesi di bidang keteknikan. Pemberian secara formal kiranya bagi para insinyur yang diwisuda hari ini membuat semakin bangga dan percaya diri dengan titel insinyurnya,” tutur Rektor.
Kendati demikian, Rektor mengatakan bahwa lulusan PPI Angkatan I ini menjadi tantangan bagi Unpar sebagai lembaga pendidikan untuk terus berkontribusi bagi negeri untuk menghasilkan insinyur yang berkualitas tinggi. Dia berharap, para insinyur lulusan Unpar memiliki dedikasi, tanggung jawab, humanis, dan berkomitmen untuk terus membangun negeri.
“Dan itu pasti tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, dalam hal ini Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan seluruh asosiasi profesi di keteknikan. Ini yang kemudian kita selenggarakan secara kolaboratif melalui PPI dan fokus kita pada tahun pertama ini RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau), yaitu dengan melihat portofolio atau track record para pekerja profesional di bidang keteknikan selama ini,” ujarnya.
Editor: Asep Supiandi